
belum nonton film Korea yang satu ini nih??yahhh..ketinggalan zaman broo..
mau tau kan critanya?
ok..gw crita sedikit nih (tapi sebenernya bkn gw yang crita sih..gw ambbil dari google.abisnya males sih...hahaha)..ummm ok.....ACTIONN!!
Kategori: Korea
Sutradara: Lee Yoon-jeong
Penulis: Lee Soon-mi
Produksi: MBC
Durasi: 17 Episode
Tgl. Rilis: 2007
Pemain: Lee Seon-Gyeon, Chae Jung Ahn, Gong Yoo, Yoon Eun-Hye,
cerita : Choi Han-kyeol adalah seorang pria sombong yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya, ia termasuk pria yang tidak percaya akan cinta dan tidak menginginkan pernikahan terjadi dalam hidupnya.
Sifat pemuda itu sangat kontras dengan Go Eun-chan yang saking tomboynya, orang sering salah mengira dirinya sebagai seorang laki-laki. Ia tipe perempuan pekerja keras karena harus menghidupi ibu dan adiknya, serta mau melakukan segala macam pekerjaan mulai dari menjadi seorang pelayan, pengantar makanan, susu, koran, dan lain-lain.
Pertemuan keduanya terjadi dua kali tanpa sengaja. Yang Pertama saat Eun-chan mengantar makanan ke rumah Han-kyeol dengan memakai helm dan kaos oblong. Mengira gadis itu adalah pria, dengan cueknya Han-kyeol mempersilahkan Eun-chan masuk sementara ia hanya mengenakan sehelai handuk. Bisa ditebak, Eun-chan langsung terbirit-birit keluar dari tempat itu secepat mungkin.
Yang kedua terjadi saat ada pencopetan. Kebetulan Eun-chan mengenal si pencopet yang tiada lain tiada bukan adalah teman adiknya. Mengira Eun-chan adalah komplotan si pencopet, hampir saja kemarahan Han-kyeol meledak.
Cerita bertambah menarik saat tokoh-tokoh selanjutnya muncul. Yang pertama adalah sepupu Han-kyeol bernama Choi Han-seong, seorang produser musik yang cukup sukses, namun gagal dalam kisah asmara. Perempuan yang ia cintai Han Yoo-joo tiba-tiba pergi begitu saja. Kebetulan, perempuan itu pula yang selama 9 tahun secara diam-diam dicintai oleh Han-kyeol.
Dua tahun setelah kejadian, Yoo-joo mendadak kembali ke Seoul dan berusaha keras untuk bisa kembali ke pelukan Han-seong. Namun karena masih sakit hati (ditambah mulai tertarik dengan sosok Eun-chan yang dianggap unik), pria itu menepis keras ajakan sang mantan kekasih.
Sama seperti dengan Han-kyeol, perkenalan Eun-chan dan Han Seong juga penuh kejutan. Setiap pagi, Eun-chan selalu mengantar susu dan mengajak bicara anjing kesayangan pria itu. Perilaku unik tersebut mengundang rasa ingin tahu Han-seong tentang gadis tomboy pengantar susunya.
Sementara itu setelah mendapat ultimatum dari sang nenek, mau tidak mau Han-kyeol harus menangani sebuah kedai kopi yang baru dibeli oleh keluarga mereka. Awalnya Han-kyeol menolak tugas itu namun akhirnya berubah pikiran karena ingin membuktikan kemampuan.
Demi menarik pelanggan wanita di kedai yang diberi nama Coffee Prince tersebut, Han-kyeol memutuskan untuk mempekerjakan karyawan yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dasar nasib, Eun-chan yang sedang kesulitan keuangan akhirnya melamar pekerjaan disana.
Karena mengira Eun-chan laki-laki, maka Han-kyeol langsung menerima `pria` itu. Saat ini lah kita bisa menyaksikan banyak kekonyolan, saat Han-kyeol mulai merasakan getar-getar aneh saat berdekatan dengan Eun-chan. Sempat meragukan seksualitasnya sendiri, Han-kyeol bahkan sempat pergi ke psikiater untuk mengetahui apakah dirinya telah berubah menjadi homoseksual.
Demi menjaga harga dirinya, ia pun menghindari Eun-chan. Keruan saja, gadis itu kebingungan dengan perubahan sikap bosnya yang tiba-tiba. Namun pada akhirnya Han-kyeol tak bisa menahan lagi dan ia mencium sang bawahan seperti layaknya laki-laki mencium perempuan. Ia bahkan mengesampingkan harga dirinya dan tak peduli pandangan orang lain yang menganggapnya aneh.
Tidak bisa dipungkiri, serial garapan MBC ini merupakan salah satu melodrama Korea yang paling banyak dibicarakan di tahun 2007 meski pada kenyataannya Coffee Prince alias Keopi Peurinseu 1 Hojeom 'hanya' menduduki peringkat tertingginya di posisi kedua untuk urusan rating sepanjang pemutaran.
Uniknya, kasus serupa juga sempat dialami Goong alias Princess Hours setahun sebelumnya. Kebetulan, keduanya sama-sama dibintangi oleh Yoon Eun-hye yang aktingnya disebut mengalami kemajuan pesat. Bahkan untuk perannya kali ini, aktris yang mantan personil BabyVOX itu sampai nekat membabat rambut panjangnya.
Sama seperti serial Korea lainnya, tidak lengkap membicarakan Coffee Prince tanpa menyebut deretan aktor yang tampil. Sudah tentu, nama pertama yang diingat adalah Gong Yoo yang tampil dingin. Selain itu, tidak ketinggalan Lee Seon-gyoon dan Chae Jeong-ahn yang mampu memanaskan konflik yang terjadi.
Coffee Prince terasa makin lengkap dengan deretan lagu apik yang mewarnai serial berdurasi 17 episode itu, sebut saja mulai dari The Melody dengan Goodbye hingga Kopi Hanchan Ottae yang disuarakan oleh Humming Urban Stereo featuring Yojo.
Meski akhir cerita drama romantis ini sudah bisa diperkirakan, ditambah cerita yang sedikit bertele-tele di bagian akhir, namun bagi penggemar melodrama Korea khususnya yang ingin melihat sekuat apa chemistry antara dua pemeran utamanya, Coffee Prince pantang untuk dilewatkan.
sumber: http://www.lautanindonesia.com/dramasia/artikel/series/coffee-prince-keopi-peurinseu-1-hojeom
WELCOME
Yeoboseyo!! ^^.. Annyeong-haseyo?Eoseo oseyo in Manga Anime and Korean blog.
Enjoy!!! ^^
Kamis, 17 September 2009
COFFEE PRINCE
Diposting oleh Prima Ayuyu di 03.04 0 komentar
Label: korean synopsis
Rabu, 16 September 2009
ABOUT KOREA part 2
PEMBAGIAN PROVINSI DI KOREA SELATAN
Daerah
Busan
Daegu
Daejeon
Gangwon
Gwangju
Gyeonggi
Incheon
Jeju
North Chungcheong
North Gyeongsang
North Jeolla
Seoul
South Chungcheong
South Gyeongsang
South Jeolla
Ulsan
nah dari berbagai provinsi di atas itu tuh..Ada lagi beberapa daerah.
Nah sebagai contoh gw ambil provinsi Seoul (tentu aja soalnya kan ibukota Korea..hahaha)
Ahyŏn-dong
Amsan
An'gol
An'gol
Anmal
Annŭngan
Apkujŏng-dong
Araenmal
Araenmal
Araessŏmun
Arenmal
C
Ch'angch'ŏn-dong
Ch'angni
Ch'ŏngnŭng
Ch'ŏngnyangni-dong
Ch'ŏngnyong-mal
Ch'ŏngsŏkkung
Ch'ŏngun-dong
Ch'ŏnho-dong
Ch'ungjŏng
Ch'usan
Chagok-tong
Chaha-dong
Chakkol
Chamsil
Changji-dong
Changmi
Changsan
Changt'ŏ
Changwi-dong
Changwŏl
Chayang-dong
Chegi-dong
Chin'gol
Chint'ŏmal
Chŏmmal
Chŏng-dong
Chŏngbal-kongwŏn
Chukpawi
Chungeh'on
Chungmoru
Chungsan
Chungsanmal
H
Hach'on
Haengsin-dong
Haengŭng-dong
Hagamch'on
Hanbam
Hapchŏng-dong
Hawangsimni-dong
Ho-dong
Hongje-dong
Hongji-dong
Hongŭn-dong
Huam-dong
Hŭksŏk-tong
Hwajŏn-dong
Hwajŏng-dong
Hwangmaru
Hyangjŏng
Hyŏng-ch'on
Hyŏnin-maŭl
Hyŏnŭi-dong
I
Ilak-kol
Ilsan-gu
Imun-dong
Irwŏn-dong
Irwŏnbon-dong
Irwŏni-dong
Irwŏnil-tong
K
Kaejari
Kaep'o-dong
Kaep'oi-dong
Kaep'oil-tong
Kaep'osa-dong
Kaep'osam-dong
Kajwaul
Kallibong-ni
Kamgol
Kanggosan
Karagi-dong
Karagil-tong
Karak-tong
Karakpon-dong
Kasi-gol
Kim-dong
Kimsŏ
Kŏmul
Kŏnnŏ-mal
Kŏnnŏmal
Koramoe
Koran
Koyang
Kŏyŏ-dong
Kŏyŏi-dong
Kŏyŏil-tong
Kung-dong
Kung-mal
Kungmal
Kungmal
Kunja-dong
Kuri
Kwangjang-dong
Kwinong-dong
Kye-dong
Kye-ri
Kyoha-myŏn
Kyŏlsŏk
Kyŏndal
M
Ma-dong
Mach'ŏn-dong
Mach'ŏni-dong
Mach'ŏnil-tong
Madui-dong
Majanggul
Maljukkŏ-ri
Mang-gol
Mangu
Mangwŏn-dong
Map'o-dong
Maru-gol
m
masanggul
M
Mia-dong
Moepouri
Mok-kol
Mŏrŏndae
Mugŏn
Mugyo-dong
Muk-tong
Munjŏng-dong
Munjŏngi-dong
Munjŏngil-tong
Myŏkchŏl
Myŏkchŏl-san
Myŏngnyun-dong
Myŏnmok-tong
N
Naegok-tong
Naengjŏng
Namgajwa-dong
Namhyŏn-dong
Namol
Nanjŏm
Noch'ŏm
Noryangjin-dong
O
Odo-ri
Oegogae
Ogŏri
P
P'yŏngch'on
P'yŏngjaei
Paegam
Paegyang-dong
Paeksiŏ
Paengnyŏn-dong
Pakchegung
Pakkosi
Pakpaul
Paksagol
Pamgogae
Pamnamu-gol
Pangbae-dong
Pangbaebon-dong
Pangbaei-dong
Pangbaeil-tong
Pangbaesa-dong
Pangbaesam-dong
Panggol
Panggul
Panghwari
Pangmi
Panp'o-dong
Panp'osa-dong
Pansŏk
Pinggojae
Pingsŏkch'ŏn
Pŏlmal
Pŏlmal
Ponch'on
Pongch'ŏn'gu-dong
Pongch'ŏn-dong
Pongch'ŏnbon-dong
Pongch'ŏnch'il-tong
Pongch'ŏni-dong
Pongch'ŏnil-tong
Pongch'ŏno-dong
Pongch'ŏnp'al-tong
Pongch'ŏnsa-dong
Pongch'ŏnsam-dong
Pongch'ŏnsibil-tong
Pongch'ŏnsip-tong
Pongch'ŏnyuk-tong
Ponghwang-dong
Porume-san
Puam-dong
Pultang
Pundugol
Pyŏllasan
S
Sadang-dong
Sadangil-tong
Sadango-dong
Sadangsa-dong
Sadangsam-dong
Saeji
Saema
Saemal
Saemal
Saemmal
Saenaemi
Saenmal
Saenmal
Saet'an-mal
Saet'ŏmal
Sagŭn-dong
Samjŏn-dong
Samsŏngdang
Sandangi-dong
Sangch'on
Sangdaech´ang
Sangdo-dong
Sangdoo-dong
Sangdosa-dong
Sangdosam-dong
Sanggol
Sanyŏm
Sapta-ri
Segok-tong
Segok-tong
Segyo-dong
Sigyuch'on
Sihŭng-dong
Sihŭngbon-dong
Sihŭngi-dong
Sihŭngil-tong
Sihŭngo-dong
Sihŭngsa-dong
Sihŭngsam-dong
Siksa-dong
Sillim-dong
Sillimbon-dong
Sillimch'il-tong
Sillimgu-dong
Sillimi-dong
Sillimil-tong
Sillimo-dong
Sillimp'al-tong
Sillimsa-dong
Sillimsam-dong
Sillimsibi-dong
Sillimsibil-tong
Sillimsip-tong
Sillimsipsam-dong
Sillimyuk-tong
Sin'gi
Sin'gil-tong
Sin'giro-dong
Sin'giryuk-tong
Sin'gye-dong
Sinch'ŏn-dong
Sinch'on-dong
Sindaebangi-dong
Sindaebangil-tong
Sinsŏngmaŭl
Sinwŏn-dong
Sinyŏng-dong
Sŏbinggo-dong
Sŏch'o-dong
Sŏch'oi-dong
Sŏch'oil-tong
Sŏch'on
Sŏch'on
Sŏch'osa-dong
Sŏch'osam-dong
Sŏdang-gol
Sŏdumul
Soech'i
Soejukkol
Soenaep'i
Sŏgang-dong
Sŏgyo-dong
Sŏkch'on-dong
Sŏkt'anch'on
Solgae
Sŏman
Sŏmmal
Sŏmmal
Song-dong
Songgang
Sŏngnae-dong
Songp'a-dong
Sŏngsan-dong
Songsinsaemaŭl
Sŏngsŏk
Sŏngsu-dong
Sorarae
Sŏwŏn-dong
Sŏwŏnch'on
Sumugol
Sŭngbangp'yŏng
Sunoru
Susaek-tong
Susŏ-dong
Suyŏgi
T
T'ap-kol
T'ojŏng-dong
T'ongilch'on
Tae-dong
Taebang-dong
Taech'i-dong
Taech'ii-dong
Taech'iil-tong
Taech'isa-dong
Taech'isam-dong
Taech'ugol
Taehŭng-dong
Taejang-gol
Taerimi-dong
Taerimil-tong
Taerimsam-dong
Taewŏn
Tangarae
Tangin-dong
Tansan
Tapsimni-dong
Tarak-kol
Toch'on
Toereji
Togogi-dong
Togogil-tong
Togok-tong
Tŏgwi
Tokkot
Toksan-dong
Toksanbon-dong
Toksani-dong
Toksansa-dong
Toksansam-dong
Tŏkyang-gu
Tolgogae
Tongch'on
Tongch'on
Tonggyo-dong
Tongjak-tong
Tongsanawi
Tongsŏng-gol
Tongŭm
Tonong
Ttuksŏm
Tuil
Tusin
T´apkol
U
Ugŏch´on
Ui-dong
Ŭ
Ŭm-gol
Ŭmnae
Ŭmnae
Ŭmsong
Ŭmwŏl-tong
U
Un-gol
Ŭ
Ŭnhaengjŏng
U
Unijŏng
Ŭ
Ŭnmosi
W
Wangrŭng-gol
Wasan-dong
Winmal
Wŏlgye-dong
Wŏn'gol
Wŏndang-gol
Wŏnt'ŏ
Wŏrhyŏn
Y
Yanghwa-dong
Yangjae-dong
Yangjaei-dong
Yangjaeil-tong
Yangjimal
Yangp'yŏng-dong
Yŏksam-dong
Yŏksami-dong
Yŏksamil-tong
Yŏmt'ong-gol
Yŏn-ch'on
Yŏndamoe
Yongdu-dong
Yŏngdŭngp'o-dong
Yonggang-dong
Yŏsul
Yŏŭido-dong
Yulli
S
Seoul
1
Diposting oleh Prima Ayuyu di 05.42 0 komentar
ABOUT KOREA part 1
Tentang Korea
Korea Selatan terletak di semenanjung Korea bersama-sama dengan Korea Utara. Untuk selanjutnya dalam halaman ini, akan kita sebut Korea saja, yang mencakup Utara dan Selatan.
Korea terletak bersebelahan dengan Cina dan Jepang. Dibagian utara terletak sungai Amnokgang (Yalu) dan Dumangang (Tumen), yang membatasi dengan daerah Manchuria. Bagian timur Dumangang sepanjang 16km juga menjadi batasan dengan Rusia. Bagian barat Semenanjung Korea dibatasi oleh Teluk Korea di bagian utara dan Laut Barat di bagian selatan, di mana pantai timur menghadap Laut Timur.
200 kilometer memisahkan semenanjung ini dari China bagian timur. Jarak terdekat antara pantai Korea and Cina adalah 200 kilometer dan dari bagian tenggara semenanjung ini, tempat terdekat dengan pantai Jepang adalah sekitar 200 kilometer.
Karena letak geografisnya, budaya Cina memasuki Jepang melalui Korea, sehingga sebuah pusat budaya Buddha dan Konfusianisme terbangun di ketiga negara ini.
Semenanjung Korea terbentang sepanjang 1000 kilometer ke arah selatan, mulai bagian timur laut benua Asia, dan lebarnya sekitar 300 kilometer. Oleh karena itu, variasi iklim lebih terlihat perbedaannya sepanjang sumbu utara-selatan. Perbedaan antar jenis-jenis tanaman dapat dilihat antara bagian utara yg dingin dan bagian selatan yang hangat.
Semenanjung ini dan pulau-pulau kecilnya, terletak antara 33 06′40″N dan 43 00′39″N lintang dan 124 11′00″E dan 131 52′08″E bujur. Lokasi Korea secara garis lintang terletak seperti semenanjung Iberia dan negara Yunani. Keseluruhan semenanjung terletak dari utara ke selatan seperti negara bagian California di Amerika Serikat.
Secara garis bujur, Korea terletak persis di bagian utara Philipina dan Australia tengah. Garis bujur 127 30′E melintang persis di tengah-tengah semenanjung Korea. Tetapi, Korea juga mempunyai garis bujur yg sama dengan Jepang, yaitu 135 E. Oleh karena itu, kota Seoul dan Tokyo sama-sama mempunyai zona waktu lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).
Teritorial
Total luas semenanjung Korea termasuk pulau-pulau kecilnya, adalah 222154 kilometer persegi, di mana 45 persen (99313 kilometer persegi), tidak termasuk Demilitarized Zone (DMZ), merupakan daerah Korea Selatan. Kombinasi teritorial Korea Utara dan Selatan adalah sekitar ukuran Inggris Raya (244100 kilometer persegi) dan Guyana (215000 kilometer persegi). Korea Selatan sendiri seluas Hungaria (93000 kilometer persegi) dan Yordania (97700 kilometer persegi).
Ada sekitar 3000 pulau yg termasuk dalam teritorial Korea. Pulau-pulau tersebut paling banyak terletak di pantai barat dan selatan, dan hanya sedikit yang ada di daerah Pantai Timur. Ulleungdo, pulau terbesar di Pantai Timur, merupakan pusat perikanan terbesar seperti pulau Dokdo. Pulau yg lebih besar lagi adalah termasuk Jejudo – yg terbesar, Geojedo, Ganghwado, and Namhaedo.
Sampai abad 11, teritorial Korea meliputi sebagian besar Manchuria, tetapi sejak abad 15, karena perang berkepanjangan dengan Cina, Korea bergeser ke arah selatan, dan sungai Amnokgang dan Dumangang menjadi perbatasan permanen antara Korea dan Cina.
Di akhir Perang Dunia II, semenanjung Korea terbagi menjadi daerah utara yang diduduki oleh kekuasaan Soviet dan daerah selatan yang diduduki oleh kekuasaan Amerika. The boundary between the two zones was the 38th parallel. Pada tahun 1953, di akhir Perang Korea, ditarik garis batas baru yang disebut Demilitarized Zone (DMZ), sebuah daerah selebar 4 km sebagai daerah gencatan senjata, yang memanjang dari pantai timur sampai pantai barat sepanjang 241 kilometer.
Unit Administrasi
Ada tiga tingkat unit administrasi di Korea Selatan. Daerah tingkat pertama termasuk tujuh kota metropolitan dan sembilan provinsi (do). Kota metropolitan adalah daerah urban yang mempunyai populasi lebih dari satu juta. Seoul, ibukota Korea Selatan, adalah daerah pusat urbanisasi terbesar, terdiri dari 10 juta penduduk. Busan adalah kota kedua terbesar, dengan populasi lebih dari 4 juta. Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon dan Ulsan, terurut dari terbesar sampai terkecil, masing-masing berpenduduk lebih dari 1 juta orang.
Di tingkat administrasi kedua, provinsi (do) terbagi lagi menjadi kotamadia (si) dan kabupaten (gun). Sebuah kotamadia mempunyai populasi lebih dari 50,000. Sebuah kabupaten terdiri dari satu kota kecamatan (eup) dan lima sampai sepuluh myeon. Walaupun mereka adalah unit administrasi, provinsi (do) juga mempunyai peran penting dalam identifikasi regional penduduk dan banyak warga Korean mengidentifikasikan dirinya sebagai berasal dari provinsi di mana mereka lahir dan dibesarkan. Kota metropolitan terbagi menjadi kecamatan (gu). Unit terendah adalah dong di kotamadia dan ri di luar kota. Dalam beberapa dekade terakhir, Korea Selatan mengalami pertumbuhan daerah-daerah urban yang sangat pesat. Populasi daerah urban sekarang melebihi 85 persen dari total populasi nasional. Pertumbuhan urbanisasi terutama pesat di daerah koridor antara Seoul dan Busan, dari daerah Khusus Metropolitan Seoul sampai daerah Provinsi Gyeongsang. Secara kontras, daerah baratdaya dan daerah timurlaut mengalami pengurangan populasi yang cukup besar.
Daerah Geografis
Daerah pegunungan secara tradisional telah menjadi garis batas alamiah antara daerah-daerah geografis. Karena garis batas alamiah ini menghambat penduduk suatu daerah untuk berkomunikasi dengan penduduk daerah lain, maka berkembanglah perbedaan gaya bahasa (dialek) lokal dan budaya lokal antar penduduk tiap daerah, baik perbedaan tipis maupun mencolok. Perbedaan regional ini juga merujuk pada daerah-daerah administratif tradisional yang dibentuk sepanjang Dinasti Joseon (1392-1910).
Semenanjung Korea terbagi menjadi tiga daerah yang mencolok: Tengah, Selatan dan Utara. Tiga bagian besar ini terbagi menurut situasi geografis yang berbeda-beda, di mana masing-masing menunjukkan keadaan ekonomi, budaya, dan fisik yang berbeda. Di daerah Tengah ada daerah Metropolitan Seoul, provinsi Chungcheong dan Gangwon. Di Selatan, ada provinsi Gyeongsang, Jeolla, dan Jeju. Di Utara, ada provinsi Pyeongan, Hamgyeong dan Hwanghae. Penyebutan “daerah utara” berasal dari penyebutan daerah provinsi Pyeongan dan Hamgyeong sebelum pembagian semenanjung pada tahun 1945. Daerah “Utara” pada masa sekarang digunakan untuk menyebut daerah-daerah di bagian utara Demilitarized Zone, termasuk Pyeongan, Hamgyeong, Hwanghae dan bagian utara provinsi Gyeonggi dan Gangwon.
Daerah Tengah
Daerah ini terdiri dari daerah metropolitan Seoul, yang merupakan bagian dari Provinsi Gyeonggi, lalu Provinsi Chungcheong di selatan, dan Provinsi Gangwon di timur.
Daerah Ibukota (Seoul / Gyeonggi): Daerah ini termasuk Seoul dan Incheon, yang membentang di daerah Gyeonggi-do. Daerah ibukota, seperti namanya, adalah pusat semua aktivitas politik, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Di sekitar Seoul juga terbentuk kota-kota kecil, yang membentuk daerah urbanisasi tak terputus. Di dalam dan di sekitar Seoul terdapat konsentrasi terbesar industri nasional. Sebagai hub sistem transportasi dalam negri, dengan Gimpo International Airport yang terletak di bagian pinggir barat Seoul, Incheon International Airport, dan jaringan jalur kereta api yang menghubungkan semua bagian negara, daerah ibukota ini menjadi pintu utama dunia menuju Korea Selatan. Karena posisinya yang strategis, dialek bahasa yang digunakan di Seoul dianggap standar nasional bahasa Korea.
Provinsi Chungcheong: Daerah ini terletak di antara daerah Ibukota dan daerah Selatan. Cheongju dan Daejeon adalah kota-kota tempat urbanisasi di daerah ini. Daerah ini terdiri dari Chungcheongnam-do dan Chungcheongbuk-do, dan telah dianggap sebagai perpanjangan Seoul ke arah selatan. Kedekatannya dengan ibukota membawa manfaat ekonomi. Banyak industri baru bermunculan di daerah Teluk Asanman di pantai barat. Daerah ini juga menerima keuntungan dari sistem transportasi dan layanan kota dari daerah Seoul dan sekitarnya. Provinsi Chungcheong dan Gyeonggi mengkhususkan pada bidang hortikultura dan peternakan produk susu (dairy) untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak di daerah urbanisasi terdekat.
Provinsi Gangwon: Daerah ini terletak di sebelah timur daerah ibukota. Pegunungan Taebaeksan, yang melintas dari utara ke selatan melalui bagian tengah daerah ini, membagi provinsi ini menjadi daerah pantai di timur dan daerah pegunungan di barat. Gangneung, Chuncheon, dan Wonju adalah daerah-daerah urban di provinsi ini. Gangwon-do menyediakan atraksi wisata dan olahraga, karena tanahnya yang bertebing-tebing. Industri pertambangan, yang sebelumnya merupakan sektor utama dalam perekonomian daerah ini, telah menyusut karena adanya kompetisi dari batubara dan mineral impor. Jatuhnya industri pertambangan, dikombinasikan dengan kecenderungan penduduk untuk pindah dari daerah rural ke daerah urban, merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya migrasi penduduk keluar dari daerah ini. Gangwon-do, dengan jumlah penduduk yang sekarang kurang dari 2 juta, sekarang telah menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terkecil dibandingkan provinsi-provinsi lain.
Daerah Selatan
Daerah selatan mencakup Provinsi Gyeongsang, terletak di tenggara, Provinsi Jeolla di barat daya, dan provinsi Jejudo yang terletak di lepas pantai selatan.
Provinsi Gyeongsang: Daerah ini mencakup kota metropolitan Busan, Daegu, dan Ulsan yang tersebar di Gyeongsangbuk-do dan Gyeongsangnam-do. Busan dan Daegu adalah kota-kota urban utama di provinsi ini, termasuk kota terbesar kedua (4 juta penduduk) dan ketiga (2.5 juta penduduk) di Korea Selatan.
Daerah ini dikenali dari cekungan besar Sungai Nakdonggang dan dikelilingi oleh pegunungan Sobaeksan. Karena topografi pegunungan sekitar yang bertebing-tebing, daerah-daerah di sini mempunyai jenis budaya yang mirip, dilihat dari kebiasaan dan dialeknya, yang cukup berbeda dibandingkan orang-orang dari daerah lain. Provinsi Gyeongsang juga mempunyai nama lain “Yeongnam,” yang secara harafiah berarti “bagian selatan setelah pegunungan,” yang menunjukkan bahwa pegunungan memang telah memegang peran penting dalam sejarah terbentuknya perbedaan-perbedaan regional di antara orang-orang Korea.
Provinsi Gyeongsang mempunyai daerah industri terbesar, nomor dua setelah daerah ibukota, terutama disebabkan oleh investasi yang sangat besar oleh pemerintah Korea Selatan di daerah ini sejak 1960-an. Industri berat ini terdiri dari industri baja, perkapalan, mobil, dan petrokimia, yang terkonsentrasi di daerah pantai tenggara yang menjangkau kota Pohang, Ulsan, Busan, Changwon, dan Masan. Di daerah utara juga terdapat dua pusat industri yaitu Daegu dan Gumi, yang dikhususkan untuk tekstil dan elektronik.
Provinsi Jeolla: Provinsi Jeolla terletak di bagian baratdaya semenanjung, yang terdiri dari Jeollabuk-do dan Jeollanam-do. Gwangju, Jeonju, dan Naju adalah kota-kotanya.
“Honam” adalah nama lain untuk Provinsi Jeolla. Daerah datar yang subur dari cekungan sungai Geumgang dan Yeongsangang, juga daerah pantainya, telah membuat daerah ini menjadi pusat pertanian utama negeri ini. Perekonomian di daerah ini agak tertinggal dibandingkan daerah ibukota dan daerah Gyeongsang karena sedikitnya investasi industri dalam beberapa dekade terakhir. Walaupun demikian, situasi ini berubah dan daerah ini sekarang mengalami pertumbuhan industri di daerah-daerah urbannya seperti Gwangju dan Jeonju, juga di daerah pantai barat. Kemudian, daerah surut laut antara Gunsan dan Mokpo telah direklamasi, sehingga menambah tanah baru untuk perkembangan industri.
Daerah ini mempunyai garis pantai yang tidak beraturan, dan banyaknya pulau-pulau sedang dan kecil, sehingga keunikan garis pantainya menarik banyak wisatawan berkunjung sepanjang tahun.
Pulau Jejudo: Jejudo adalah pulau terbesar di Korea yang terletak di Laut Selatan, 140 kilometer di selatan kota Mokpo. Karena terpisah dari bagian utama Korea, penduduk Jejudo mempunyai gaya bahasa (dialek) dan gaya hidup yang cukup berbeda. Karena adanya gunung berapi, pulau ini mempunyai topografi yang bertebing-tebing seperti banyak bukit, jurang, dan air terjun. Karena iklim yang subtropis dan kebiasaan dan gaya hidup yang unik dari penduduknya, industri wisata merupakan industri paling penting daerah ini. Pulau ini terkenal dengan buah-buah subtropis seperti jeruk, nanas, dan pisang. Di sini juga terkenal adanya para penyelam wanita.
Daerah Utara
Daerah utara semenanjung ini terdiri dari dua daerah: Provinsi Pyeongan di baratlaut dan Provinsi Hamgyeong di timurlaut. Pyeongan dengan tanah datarnya dikenal sebagai daerah Gwanseo dan Hamgyeong dikenal sebagai daerah Gwanbuk. Provinsi Pyeongan merupakan daerah pertanian utama untuk daerah Utara. Secara kontrak, Provinsi Hamgyeong, karena topografinya yang bergunung-gunung, merupakan penunjang perekonomian dari pertambangan dan perhutanan. Pyongyang, adalah kota utama di Provinsi Pyeongan, yang merupakan ibukota Korea Utara, dan Nampo merupakan pelabuhan yang berfungsi sebagai pintu masuk ke Pyongyang. Hamheung dan Cheongjin adalah kota-kota utama di Provinsi Hamgyeong.
Provinsi Hwanghae terletak di selatan Provinsi Pyeongan. Karena sebelumnya merupakan bagian dari Daerah Tengah sebelum terbaginya Korea Utara-Selatan , Provinsi Hwanghae memiliki banyak kemiripan budaya dengan daerah-daerah lain di bagian tengah-barat semenanjung Korea. Gaeseong adalah kota utama di daerah ini.
Diposting oleh Prima Ayuyu di 05.38 0 komentar
Minggu, 13 September 2009
WOOOOWWWW!!!!!!!!!
bln puasa ini sangat menyenangkaaannn....
hmm...nonton bioskop melulu..ehehehe...
udh nonton Cariers,Star Trek......
Waw...fiuhh...rame bagt Star Trek..
Kalo cariers sih gk begitu (ceritanya tentang penyebaran virus gitu)
Kalo Star Trek tentang misi di luar angkasa gitu dehh...
tokoh film 22nya ini ada Chris Pine..
Keren kan..
jangan ketinggalan deh nonton film ini....apalagi Star Trek...
Ntar aku mau nonton ShopaHolic dan,Race To Within Mountain...
Kayak.a rame dehhh!!
Diposting oleh Prima Ayuyu di 07.27 0 komentar
Minggu, 06 September 2009
HUPPPTTTT!!
Okayyy!!!
gw mw nyerita dikit nih.......
wkt abis ulangan gw sama ibu gw pergi vertex bwt beli dvd tentunya......
nah gw beli dvd death note,love hina,ama yg trakhir itu adalah Korean Movies yang berjudul Do Re Mi Fa Sol La Si Do.Emang film itu tuh udh dirilis thn kemaren alias thn 2008 kemaren.Gua emang telat nontonnya sehh...berhubung sibuk....
gilaaa....keren bgt film gw yg baru gw beli.....death note emang rame bgt...gw suka L tapi Light juga kerenn...
nah kalau Love Hina gw blm apal semua tokohnya sih..nah kalau Do Re Mi Fa Sol La Si Do
gila rame abisss....gua suka semua tokohnya....apalagi sama Jang Geun Seoknya yang keren ama cakep....hahahaha....
Pokoknya kalian semua harus nonton Do Re Mi Fa Sol La Si Do bagi yang belum..
Bagi yang udah...berbagi cerita film Korea yang rame lagi dong....Ntar gw kasih taw para Animers sama Koreaners di Blogger gw...
Post Comment Ok!
Diposting oleh Prima Ayuyu di 19.38 0 komentar


